go to republik Madura
senin, 11 juli 2005, diajak mas subhan, rekan kantor, untuk ikut tugas ke madura. ada hal yang urgent yang harus diselesaikan.
malam jam 8 berangkat dari terminal Giwangan jogja. cari tiket pesawat udah habis, tanya ke travel juga full semua, apalagi kereta jurusan surabaya, gak ada sisa satu kursipun.
so, pilihan terakhir naik bus patas. yah begini ini kalau menjalani tugas kantor. apapun caranya harus diperjuangkan. sekalipun hujan badai menghadang, aku akan tetap berjuang untuk aPL... (hahaha, sengaja kubuat sedikit dramatisir, dengan harapan Big Boss membaca bagian cerita yang ini, dan kami dinobatkan jadi karyawan terbaik). opss... jangan kami ah, cukup aku aja yang dapet. hihihi... maafkan aku mas subhan...
jam 3 pagi sampai juga di surabaya. Turun dari bus aku udah dikelilingi banyak orang yang menawarkan angkutan. welehh..sampai2 aku nggak liat dimana mas subhan berada. belom juga ada satu langkah, pergelangan tanganku dah dicekal ma seseorang. kira'in mas subhan, ternyata tukang ojek yang menawarkan jasanya. kutarik tanganku pelan sambil mengatakan "enggak".
tapi ternyata tangannya malah semakin kuat mencekal pergelanganku, ugggghhhhh, lalu dengan keras, aku hempaskan tangannya sambil sedikit berteriak "enggakkkkkkkkkkkk!!!!"
akhirnya selamat juga diriku dari kejarannya...
sepertinya mas subhan sakit gigi. aku lihat raut wajahnya gak begitu fresh... tapi setelah minum larutan penyegar, nyawanya kembali seperti semula. hehehe syukurlah. saat ini aku sedikit cemas pagi-pagi buta berada di terminal. walaupun banyak orang lalu lalang, tapi sepertinya semua tidak bersahabat. asap bus, penjual rokok, penjual kopi... hhhh... semua tidak berirama. apalagi ditambah para kondektur yang sibuk mencari "mangsa".
bus ke madura belom kunjung tiba. aku memperhatikan seorang penjual kopi yang juga menyediakan jajanan dalam piring terbuka, dengan beralaskan tikar sedang asik melayani pembeli. kuperhatikan juga bahwa makanan-minuman itu bercampur dengan asap hitam dari setiap bus yang lalu lalang. ffffhhhhhh
datang juga bus yang akan ke madura. berbondong-bondong orang berebut masuk sekalipun bus belum benar-benar berhenti. sebelum naik, mas subhan meneliti sekali lagi apa bener ini bus yang ke madura???... aku sabar menunggu walau hati ini kuatir tidak kebagian kursi lagi. hehe. untungnya masih ada seat yang tersisa. asik.. tidur ah.... pegel banget nih tubuh rasanya...
sampai di pelabuhan. udara rasanya dingin. indah sekali menikmati pemandangan lampu-lampu di sekitar pelabuhan. tidak lama menyeberang, dari kejauhan sudah terbaca spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang di Pulau Madura untuk Lies tercinta.."
maaf, tulisan "untuk Lies Tercinta"-nya berupa virtual, jadi gak semua orang bisa baca.... hehe
untuk sampai di Pamekasan ternyata musti menempuh perjalanan beberapa jam lagi. tapi tetap dengan bus yang sama. ahh.. tidur lagi deh...
tiba juga di terminal Pamekasan. Sepiiii. tidak menggambarkan suasana terminal. Kami naik ojek untuk minta diantarkan ke hotel New Ramayana. Dari awal Mas Subhan udah mempromosikan bahwa hotel ini bagus.. (gak tau deh dibayar berapa dia untuk berpromosi hihi)
Ojeg ku berhenti di warung gak jauh dari terminal, ternyata dia meminjam sebuah helm untukku, karena helm yang dia bawa cuma 1. Gak begitu jelas apa yang dia katakan ketika memberikan helm tersebut ke aku, tapi yang jelas aku yakin bahwa dia nyuruh aku untuk memakai helm itu. helmnya jelek banget, helm standard gede' yang udah usang. tukang ojeg udah memacu motornya. helm masih kupegang. pas mau kupakai... ooowwww!!!!... didalam helm kulihat banyak sarang laba-laba :(.. ya ampunnn.. mana ada banyak butiran warna putih, mungkin itu kotoran laba-laba pikirku...
gak tega aku membiarkan wajahku bersembunyi dibalik helm... akhirnya kupegang aja, tunggu ada polisi aja baru digunakan...
aman, sepanjang jalan gak ada polisi. lagipula, tadi di perempatan lampu lalu lintas, walaupun jelas-jelas lampu berwarna merah, nyatanya abang ojek terus aja tancap gas... mantan pembalap nih... gak kenal rambu-rambu lalulintas...
--di hotel New Ramayana--
bener kata mas subhan, hotelnya masih bersih.
kulihat udah jam 7 pagi, hhhh, gak ada waktu lagi untuk beristirahat....
segera mandi biar seger. sebentar lagi aku dan mas subhan akan menuntaskan sebuah masalah...
dan aku yakin, kolaborasi kami berdua lumayan kuat untuk "menipu" rekanan... hehehe, maksudnya bukan menipu, tapi meyakinkan gitu lohhh....
malam jam 8 berangkat dari terminal Giwangan jogja. cari tiket pesawat udah habis, tanya ke travel juga full semua, apalagi kereta jurusan surabaya, gak ada sisa satu kursipun.
so, pilihan terakhir naik bus patas. yah begini ini kalau menjalani tugas kantor. apapun caranya harus diperjuangkan. sekalipun hujan badai menghadang, aku akan tetap berjuang untuk aPL... (hahaha, sengaja kubuat sedikit dramatisir, dengan harapan Big Boss membaca bagian cerita yang ini, dan kami dinobatkan jadi karyawan terbaik). opss... jangan kami ah, cukup aku aja yang dapet. hihihi... maafkan aku mas subhan...
jam 3 pagi sampai juga di surabaya. Turun dari bus aku udah dikelilingi banyak orang yang menawarkan angkutan. welehh..sampai2 aku nggak liat dimana mas subhan berada. belom juga ada satu langkah, pergelangan tanganku dah dicekal ma seseorang. kira'in mas subhan, ternyata tukang ojek yang menawarkan jasanya. kutarik tanganku pelan sambil mengatakan "enggak".
tapi ternyata tangannya malah semakin kuat mencekal pergelanganku, ugggghhhhh, lalu dengan keras, aku hempaskan tangannya sambil sedikit berteriak "enggakkkkkkkkkkkk!!!!"
akhirnya selamat juga diriku dari kejarannya...
sepertinya mas subhan sakit gigi. aku lihat raut wajahnya gak begitu fresh... tapi setelah minum larutan penyegar, nyawanya kembali seperti semula. hehehe syukurlah. saat ini aku sedikit cemas pagi-pagi buta berada di terminal. walaupun banyak orang lalu lalang, tapi sepertinya semua tidak bersahabat. asap bus, penjual rokok, penjual kopi... hhhh... semua tidak berirama. apalagi ditambah para kondektur yang sibuk mencari "mangsa".
bus ke madura belom kunjung tiba. aku memperhatikan seorang penjual kopi yang juga menyediakan jajanan dalam piring terbuka, dengan beralaskan tikar sedang asik melayani pembeli. kuperhatikan juga bahwa makanan-minuman itu bercampur dengan asap hitam dari setiap bus yang lalu lalang. ffffhhhhhh
datang juga bus yang akan ke madura. berbondong-bondong orang berebut masuk sekalipun bus belum benar-benar berhenti. sebelum naik, mas subhan meneliti sekali lagi apa bener ini bus yang ke madura???... aku sabar menunggu walau hati ini kuatir tidak kebagian kursi lagi. hehe. untungnya masih ada seat yang tersisa. asik.. tidur ah.... pegel banget nih tubuh rasanya...
sampai di pelabuhan. udara rasanya dingin. indah sekali menikmati pemandangan lampu-lampu di sekitar pelabuhan. tidak lama menyeberang, dari kejauhan sudah terbaca spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang di Pulau Madura untuk Lies tercinta.."
maaf, tulisan "untuk Lies Tercinta"-nya berupa virtual, jadi gak semua orang bisa baca.... hehe
untuk sampai di Pamekasan ternyata musti menempuh perjalanan beberapa jam lagi. tapi tetap dengan bus yang sama. ahh.. tidur lagi deh...
tiba juga di terminal Pamekasan. Sepiiii. tidak menggambarkan suasana terminal. Kami naik ojek untuk minta diantarkan ke hotel New Ramayana. Dari awal Mas Subhan udah mempromosikan bahwa hotel ini bagus.. (gak tau deh dibayar berapa dia untuk berpromosi hihi)
Ojeg ku berhenti di warung gak jauh dari terminal, ternyata dia meminjam sebuah helm untukku, karena helm yang dia bawa cuma 1. Gak begitu jelas apa yang dia katakan ketika memberikan helm tersebut ke aku, tapi yang jelas aku yakin bahwa dia nyuruh aku untuk memakai helm itu. helmnya jelek banget, helm standard gede' yang udah usang. tukang ojeg udah memacu motornya. helm masih kupegang. pas mau kupakai... ooowwww!!!!... didalam helm kulihat banyak sarang laba-laba :(.. ya ampunnn.. mana ada banyak butiran warna putih, mungkin itu kotoran laba-laba pikirku...
gak tega aku membiarkan wajahku bersembunyi dibalik helm... akhirnya kupegang aja, tunggu ada polisi aja baru digunakan...
aman, sepanjang jalan gak ada polisi. lagipula, tadi di perempatan lampu lalu lintas, walaupun jelas-jelas lampu berwarna merah, nyatanya abang ojek terus aja tancap gas... mantan pembalap nih... gak kenal rambu-rambu lalulintas...
--di hotel New Ramayana--
bener kata mas subhan, hotelnya masih bersih.
kulihat udah jam 7 pagi, hhhh, gak ada waktu lagi untuk beristirahat....
segera mandi biar seger. sebentar lagi aku dan mas subhan akan menuntaskan sebuah masalah...
dan aku yakin, kolaborasi kami berdua lumayan kuat untuk "menipu" rekanan... hehehe, maksudnya bukan menipu, tapi meyakinkan gitu lohhh....

<< Home