+++L I E S S U R Y A+++

-- banyak yang berpendapat "menangis itu = cengeng". tapi disaat aku menghadapi banyak masalah, Menangis adalah hal yang paling membuat aku tenang. dan membuat 1/3 beban menjadi lebih ringan. setelah itu, barulah aku bisa berfikir jernih --

Bangka Island
Jogja berHati Nyaman
Palembang City
Email. deesharmoni@gmail.com

Sunday, July 03, 2005

Masalah membuat “jatah” tidurku berkurang 3 jam

sepanjang hari ini ada suatu masalah yang terus menggelayut pikiranku.
Dan malam inipun, aku masih juga memikirkan hal yang itu-itu aja. Padahal ini malam minggu, mustinya malam untuk bersenang-senang... ( tapi entahlah bagi yang nge-jomblo :p)
Huh .. udah aku coba mengusir masalah ini pergi dari otakku… tapi sepertinya ia sangat betah berlama-lama menguasai pikiranku…., dan membuat aku tidak berdaya karenanya.

Kutelepon beberapa orang yang aku rasa mampu “menenangkan” pikiran bingungku. Dalam keadaan seperti ini, baru kusadari ternyata aku tidaklah sehebat yang kubayangkan tentang diriku selama ini. Nyatanya aku masih sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk ikut “meramal” masa depanku.

… dan, setelah aku “memaksa” beberapa orang untuk membantuku mengambil keputusan penting, kusadari dampak yang paling nyata adalah : “aku kehabisan pulsa” heheh….
Tapi ternyata dari bebreapa orang yang aku telepon, sekalipun mereka semua berbeda-beda, ada satu pendapat yang sama dari mereka semua : “aku harus segera TIDUR”. Diakhir setiap pembicaraan semuanya menyuruh aku untuk lekas-lekas tidur. Kurasa semuanya kuatir aku akan menelpon lagi sehingga mengganggu acara malam mingguan hehehe

Jarum jam sudah berada pada pukul 23.26 wib, pengen rasanya tidur dan cepat-cepat menemukan alam mimpi…, tapi mata dan otakku belum bisa diajak kompromi. Mata boleh terlelap tapi tidak begitu dengan pikiran. Wah payahhh…

Akhirnya kuputuskan untuk menghidupkan komputer. Nge-game sepertinya solusi yang lumayan untuk mengalihkan fokus pikiranku. Main chess aja ah. Kan catur musti membutuhkan fokus juga…
2 menit pertama…belum ada perubahan. Pikiranku masih juga tertuju pada masalah yang sama
3 menit berlalu …. Tidak ada juga perubahan… tapi “ratu”ku mulai keluar dari peraduannya.
10 menit… “kuda”ku habis disikat lawan…, tapi pikiranku masih berkutat dihal yang sama
20 menit…. Ternyata aku sudah 3 kali memutuskan untuk memulai new game heheheh, ketimbang kalah telak ma komputer. Gak keren banget… :D
½ jam terlewati… JLEGG.. listrik padam. Mungkin anjlog. Kurasa gak akan ada yang mau keluar untuk membetulkannya dimalam ini.

Mulailah meraba-raba ruangan mencari sesuatu yang bisa diraba. Opss…bukan! Tapi mau mencari lilin dan korek api…
(padahal seingetku, aku gak punya persediaan lilin hihihi,…. Jadi apa yang mau dicari ya?). ah mendingan tidur aja deh, lagipula dalam keadaan gelap gulita gini, biasanya rasa takut menguasai 80% dari pikiranku. Wah lumayan juga nih (untuk sesaat, aku kan bisa melupakan masalahku)… dan sekarang.. aku mulai diselimuti rasa takut. O’ow… jangan-jangan ada sesuatu nih dibelakangku.. pikiranku terus menerus membayangkan hal yang tidak-tidak… bulu kudukku mulai berdiri…. Satu persatu melintas dialam pikirku, mulai dari vampire yang pake jubah hitam pekat, sampe’ hantu-hantu yang sering ditayangkan di tv local…
terakhir, sosok tuyul juga ikut berkelebat “numpang lewat” melintas dikepalaku.. hihihi, aku malah tertawa ngebayangin rupa tuyul yang plontos. Apa bener ya bentuknya seperti yang sering digambarkan di film-film itu?

Karena tidak juga ada penerangan, dan aku hanya mengandalkan sinar dari handphone, segera aku beranjak menuju tempat tidur, lalu menarik selimut sampai kedagu, dan berdo’a… (aman! Do’a memang obat paling manjur untuk menenangkan diri). Perlahan kurasakan mata dan otakku sudah mulai “bekerja sama” untuk membuaiku kealam mimpi… zzzz….zzzz….

aku yakin, matahari esok akan menyambutku dengan penuh kehangatan, sehangat tubuhku yang sedang bersembunyi dibalik selimut saat ini… dan sehangat dulu ketika Bunda melahirkanku seiring sang surya terbit…

---the end---
semua masalah tentu ada jalan keluar, dan semua jalan keluar tentu ada resikonya. Dan aku tahu, semua resiko yang akan dihadapi merupakan bagian dari perjalanan hidup.