sisi kekalahan Pilkada
Pilkada memang menyisakan banyak cerita.
suatu siang (28 juni 2005), di restoran Biru Laut, saya dikenalkan dengan seseorang (sebut aja Bpk DJ). siang itu saya diajak makan siang oleh Bapak S, dan bersama beberapa rekannya.
Dari caranya berjabat tangan, pastilah Bpk DJ orang yang hangat (sok tau nihhh...)
Perawakannya tinggi, besar, putih, dan sedikit berewokan.
tapi wajahnya kuyu, kurang bergairah. ada apa gerangan?
(apa ini tanda-tanda busung lapar? hahaha, sejak gizi buruk menjadi berita utama, aku selalu kuatir takut2 terkena gizi buruk. soalnya pernah suatu kali, saat masih kuliah divonis "kurang gizi" oleh dokter karna beberapa hari badanku lemas...)
Lalu beliau ikut bergabung. duduk dikursi yang berseberangan dengan saya. wah, jadi bisa memperhatikan lekat setiap lekuk wajahnya nih.. :D
Pelayanpun datang membawa menu. Beliau membuka-buka daftar menu yang segede' ukuran hvs dan membaca dengan sekenanya saja. (karna saya yakin. Pejabat daerah sini, swasta ato pemerintahan, pastilah hafal banget dengan menu di resto Biru Laut).
akhirnya..
"nasi putih dan sayur saja..." tegas Beliau mengatakan ke pelayan.
hmm, hebat juga nih kataku dalam hati. ternyata penganut vegetarian.
tapi tidak dengan rekan-rekannya yang lain.
dan suasana langsung ramai oleh celotehan-celotehan.
dan saya pun jadi tahu satu hal :
bahwa Beliau sedang stress. karna kalah di Pilkada. dan lebih menyakitkan karna Beliau dan adiknya sama2 maju di Pilkada untuk di kabupaten yang berbeda. dan sama2 harus menerima kekalahan 2 bersaudara kandung ini. menyakitkan memang....
apalagi uang yang keluar jelas tidak sedikit.
satu persatu memberikan komentar dan analisa ttg kekalahan Beliau.
Saya pun ikut berkomentar "mungkin ada baiknya kalau 2 kekuatan disatukan untuk memperkuat posisi..."
siang itu saya belajar mengenai sesuatu : sebanyak apapun uang yang kita punya, tidak menjamin bisa membeli sebuah posisi. so, tidak benar juga kalimat bahwa dengan uang kita bisa membeli jabatan.
dan seiring obrolan berjalan, akhirnya Pak DJ tidak lagi menjadi "vegetarian" karna disodorin dan dipaksa untuk memilih makanan lain juga....
suatu siang (28 juni 2005), di restoran Biru Laut, saya dikenalkan dengan seseorang (sebut aja Bpk DJ). siang itu saya diajak makan siang oleh Bapak S, dan bersama beberapa rekannya.
Dari caranya berjabat tangan, pastilah Bpk DJ orang yang hangat (sok tau nihhh...)
Perawakannya tinggi, besar, putih, dan sedikit berewokan.
tapi wajahnya kuyu, kurang bergairah. ada apa gerangan?
(apa ini tanda-tanda busung lapar? hahaha, sejak gizi buruk menjadi berita utama, aku selalu kuatir takut2 terkena gizi buruk. soalnya pernah suatu kali, saat masih kuliah divonis "kurang gizi" oleh dokter karna beberapa hari badanku lemas...)
Lalu beliau ikut bergabung. duduk dikursi yang berseberangan dengan saya. wah, jadi bisa memperhatikan lekat setiap lekuk wajahnya nih.. :D
Pelayanpun datang membawa menu. Beliau membuka-buka daftar menu yang segede' ukuran hvs dan membaca dengan sekenanya saja. (karna saya yakin. Pejabat daerah sini, swasta ato pemerintahan, pastilah hafal banget dengan menu di resto Biru Laut).
akhirnya..
"nasi putih dan sayur saja..." tegas Beliau mengatakan ke pelayan.
hmm, hebat juga nih kataku dalam hati. ternyata penganut vegetarian.
tapi tidak dengan rekan-rekannya yang lain.
dan suasana langsung ramai oleh celotehan-celotehan.
dan saya pun jadi tahu satu hal :
bahwa Beliau sedang stress. karna kalah di Pilkada. dan lebih menyakitkan karna Beliau dan adiknya sama2 maju di Pilkada untuk di kabupaten yang berbeda. dan sama2 harus menerima kekalahan 2 bersaudara kandung ini. menyakitkan memang....
apalagi uang yang keluar jelas tidak sedikit.
satu persatu memberikan komentar dan analisa ttg kekalahan Beliau.
Saya pun ikut berkomentar "mungkin ada baiknya kalau 2 kekuatan disatukan untuk memperkuat posisi..."
siang itu saya belajar mengenai sesuatu : sebanyak apapun uang yang kita punya, tidak menjamin bisa membeli sebuah posisi. so, tidak benar juga kalimat bahwa dengan uang kita bisa membeli jabatan.
dan seiring obrolan berjalan, akhirnya Pak DJ tidak lagi menjadi "vegetarian" karna disodorin dan dipaksa untuk memilih makanan lain juga....

<< Home