+++L I E S S U R Y A+++

-- banyak yang berpendapat "menangis itu = cengeng". tapi disaat aku menghadapi banyak masalah, Menangis adalah hal yang paling membuat aku tenang. dan membuat 1/3 beban menjadi lebih ringan. setelah itu, barulah aku bisa berfikir jernih --

Bangka Island
Jogja berHati Nyaman
Palembang City
Email. deesharmoni@gmail.com

Sunday, July 03, 2005

Aqua...

--cerita pengantar --
Minggu pagi asiknya ngapain ya?. Oh iya, baru teringet kemarin membeli lulur yang mengandung green tea, kata para ahli sih green tea mengandung anti oksidan yang tinggi. Hmm, sepertinya luluran asik juga nih. apalagi ini pertama kalinya aku mencoba yang ada green tea, yang lalu-lalu hanya mengandung susu skim sebagai bahan utama. dengan semangat 45, aku segera menyiapkan peralatan, dan mengganti pakaian dengan selembar kain supaya gampang luluran.
Seperti kebiasaan, selalu membaca label di kemasan dengan detail, terutama membaca ingredients. Aku baru menyadari , ternyata lulur yang green tea tidak mengandung susu skim. Kalau ditambahkan susu bubuk gimana ya?. Mungkin hasilnya lebih baik lagi pikirku Akhirnya aku pergi dulu ke warung yang tidak jauh dari rumah untuk membeli susu bubuk sachet sebagai campuran lulur. Tidak lupa juga aku memakai pakainan yang lengkap lagi sebelum pergi. Heheh, gak lucu kan kalo jalan keluar hanya dililit kain doang.

-- cerita nostalgia dengan Bapak penjaga warung --
Setiap kali ke warung ini, saya selalu teringat pernah terlibat pembicaraan konyol dengan Bapak penjaga warung. Siang itu, saya bermaksud membeli aqua galon isi ulang. Sesampai di warung saya melihat beberapa galon minuman yang “dijemur” dibawah panas matahari, “wah pak.. kok aqua galonnya dibiarkan dibawah panas matahari?” tanyaku seraya meletakkan galon kosong yang kubawa
“ah gak apa-apa kok mbak” jawab si bapak sambil membantuku memilih aqua
“Tapi kan gak boleh Pak. Aqua kan gak boleh berlama-lama langsung terkena sinar matahari” ujarku santai supaya terkesan sedang tidak protes.
“oh kalau soal itu kan tergantung dispensernya mbak, kalo dispensernya ada untuk pendingin, nanti juga aquanya gak panas.” saya mulai menyadari ada kekeliruan yang terjadi diantara saya dengan si Bapak.
“bukan itu maksud saya Pak. Lihat ini… “ sedikit menunduk dan menunjuk label peringatan yang tertera di galon. Bapak warung juga ikut memperhatikan label.
“ini Pak…Hindarkan dari sinar matahari langsung… “ kutekankan kalimat itu agar Bapak mengerti maksud dan arah pembicaraan tanpa bermaksud seperti seorang Guru mengajarkan muridnya.

Selesai membaca label peringatan, kembali kami berdiri tegak, dan sambil menatapku lembut, “oh kalau gitu gini aja mbak. Bagaimana kalau setelah maghrib saja aquanya saya antar” Tanya bapak tersebut dengan wajah yang ramah.
“loh kok, napa musti malam baru mo dianter?” saya balik bertanya sambil mengambil uang sepuluhribuan dari dalam dompet.
“iya supaya aquanya tidak panas lagi, kalau sudah sore aquanya pasti dingin, tidak terkena panas…”
oalah….. ternyata Beliau tidak juga “ngeh” dengan tujuan pembicaraanku.

“tidak usah Pak, anter sekarang aja. Lagipula dispenser saya ada kok pendinginnya..” segera kuselamatkan diri untuk menyelesaikan pembicaraan ini agar tidak semakin panjang dan semakin salah dengan persepsi masing-masing.

Entahlah dimana letak kesalahannya. Apakah aku yang tidak pandai menyampaikan maksud tujuan, atau si Bapak yang juga tidak mengerti maksud dari label peringatan tersebut.
Tapi sejujurnya aku lebih menyalahkan pihak perusahaan yang mendistribusikan Aqua. Ada baiknya jika mereka menginformasikan bagaimana penyimpanan yang benar dan apa dampaknya jika aqua terlalu lama berada dibawah panas matahari secara langsung. Karena sampai detik ini aku tidak melihat gerakan dari Aqua untuk menginformasikan hal tersebut. Mungkin mereka sudah merasa “aman” dengan hanya menempelkan label peringatan. Tapi mereka lupa, masih banyak masyarakat Indonesia yang hanya memiliki pengetahuan terbatas (termasuk saya yang memiliki banyak keterbatasan…)