turut berduka cita
siang itu duniaku terasa runtuh. kabar yang tidak mengenakkan harus aku dengar. belum lama mbak rikat menelpon dan memberitakan sesuatu yang menyedihkan.
"jangan sedih lies.." diakhir pembicaraan mbak rikat cuma mengatakan itu. mungkin bermaksud menghibur, tapi mana mungkin aku bisa terhibur sementara berita yang ia sampaikan bikin aku hampir berhenti bernafas.
yah.. umur hidup didunia memang gak ada yang tahu. dan gak ada yang bisa mengatur. sehebat apapun itu, tidak akan abadi merasakan indahnya dunia
selesainya mbak rikat menelepon, aku hanya terdiam. kembali terbayang masa-masa indah yang aku alami selama dia masih ada. hm, masa-masa kebersamaan kami gak bisa aku buang begitu saja. sudah lebih 2 bulan lebih kami bersama. dan aku menikmati semua yang telah kami lalui. ketika aku memperhatikannya, lucu sekali. ia termasuk aktif. tapi terkadang juga senang berdiam diri. lama sekali. bahkan ia sering juga mengacuhkan kehadiranku sekalipun mataku tak berkedip demi memandangnya.
huh, aku teringat lagi pembicaraan dengan mbak rikat;
"dia ditemukan dibawah tempat tidur lies. sudah dalam keadaan tak bernyawa.."
hhh,,,ada rasa menyesal mengapa aku teledor membiarkan ia seorang diri. seminggu ini memang aku musti tugas keluar kota, tapi aku sudah menitipkannya ke nurhanto, terutama untuk mengurus keperluan makannya.
tapi yang sudah terjadi ya terjadilah. kita semua ciptaan-Nya. tidak ada yang abadi. dan aku musti merelakan kepergiannya.
selamat jalan loni, lobsterku yang imut...
"jangan sedih lies.." diakhir pembicaraan mbak rikat cuma mengatakan itu. mungkin bermaksud menghibur, tapi mana mungkin aku bisa terhibur sementara berita yang ia sampaikan bikin aku hampir berhenti bernafas.
yah.. umur hidup didunia memang gak ada yang tahu. dan gak ada yang bisa mengatur. sehebat apapun itu, tidak akan abadi merasakan indahnya dunia
selesainya mbak rikat menelepon, aku hanya terdiam. kembali terbayang masa-masa indah yang aku alami selama dia masih ada. hm, masa-masa kebersamaan kami gak bisa aku buang begitu saja. sudah lebih 2 bulan lebih kami bersama. dan aku menikmati semua yang telah kami lalui. ketika aku memperhatikannya, lucu sekali. ia termasuk aktif. tapi terkadang juga senang berdiam diri. lama sekali. bahkan ia sering juga mengacuhkan kehadiranku sekalipun mataku tak berkedip demi memandangnya.
huh, aku teringat lagi pembicaraan dengan mbak rikat;
"dia ditemukan dibawah tempat tidur lies. sudah dalam keadaan tak bernyawa.."
hhh,,,ada rasa menyesal mengapa aku teledor membiarkan ia seorang diri. seminggu ini memang aku musti tugas keluar kota, tapi aku sudah menitipkannya ke nurhanto, terutama untuk mengurus keperluan makannya.
tapi yang sudah terjadi ya terjadilah. kita semua ciptaan-Nya. tidak ada yang abadi. dan aku musti merelakan kepergiannya.
selamat jalan loni, lobsterku yang imut...
